Yamin Rahayaan Raih Perunggu, Kecewa Penilaian Wasit di Semifinal Randori 70 Kg Kempo PON Papua

oleh -12 views
Yamin Rahayaan (pita putih/helm biru) saat menyerang lawannya di babak semifinal. -repro video-

satumalukuID – Atlet kempo atau kenshi Maluku di kelas randori 70 kg, Yamin Rahayaan mengaku kecewa atas penilaian wasit yang tidak objektif pada partai semifinal dirinya melawan Julifan Nugroho dari Papua Barat, di GOR STT GIDI, Sentani kabupaten Jayapura, Selasa (12/10/2021).

Yamin yang merupakan peraih medali emas PON 2012 Riau dan PON 2016 Jabar di kelas tersebut, menyatakan keputusan wasit tidak lasim dalam pertandingan kempo selama ini.

“Pertarungan beta dan lawan seimbang. Tidak ada yang unggul secara teknik tendangan atau pukulan. Posisi sama kuat. Namun dari aspek agresif menyerang dan membuat lawan bertahan dan undur terus, itu ada pada beta,” jelas Yamin yang dihubungi media ini usai bertanding, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, dalam pertarungan kempo, bila posisi poin teknik berimbang maka wasit akan berembuk untuk tentukan pemenang dari aspek agresif menyerang. Tapi yang terjadi kebalikan yang dialaminya.

Yamin katakan, pelatihnya Jeremias Lekahena sempat protes ke meja pertandingan dan minta lihat hasil penilaian.

“Tapi dijelaskan keputusan itu adalah Yucikaci atau keputusan hasil penilaian wasit, bukan nilai teknik,” jelas Yamin.

Pelatihnya sempat juga mendatangi wasit yang meminpin pertandingan dan menanyakan kenapa hasilnya beda dengan fakta? Jawaban yang diterima tidak jelas. Lagi-lagi dijawab itu hasil Yucikaci.

“Beta mau mengamuk dan suporter Maluku juga sudah teriak-teriak. Tapi pelatih tenangkan beta, karena terkesan protes pun tidak akan berubah hasil,” kata Yamin.

Dijelaskan, nuansa tidak objektif sudah terlihat ketika wasit utama yang pimpin pertandingan adalah mantan pelatih kempo di Papua Barat.

Di video pertandingan yang dinonton media ini, terlihat jelas agresifitas Yamin maupun hasil berembuk empat wasit sudut matras dan wasit utama ternyata keputusannya kilat. Tanpa terlihat diskusi soal hasil pertandingan.

Lantaran itu, ketika dinyatakan sabuk merah menang dari Papua Barat, si kenshi tersebut kaget dan spontan bersujud. Sedangkan Yamin tetap berdiri terpaku terkesan tidak percaya.

Karena merasa kecewa. Yamin menulis perasaan dikerjain wasit pada status akun Facebook nya yang menyindir keputusan tersebut dan mendapat komentar banyak dari warganet yang menyaksikan pertandingan itu baik langsung maupun melalui video streaming.

“Terima Kasih Wasit Embu atas Putusan Yang Keliatan Memihak Sekali Dalam Randori kelas 70kg 👏
Harga Kontrak Besar Ya 😂 🤣 👎👎👎,” tulis Yamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.